Rabu, 05 Februari 2014

Pulang..

Siang, Mamas.

Sudah lama aku tidak memanggilmu dengan sebutan itu, ya kan mas? Kamu sih yang mulai duluan untuk menyebarluaskan ‘panggilan sayang’ masing-masing kita disini. Lucu ya, apalagi kalau mereka tahu kita memiliki banyak nama mesra yang lain.

Mmm, hari ini ujianku berakhir. Lega rasanya mengetahui waktu libur sudah sepenuhnya milikku. Tak diganggu jadwal kuliah atau ahh hampir saja aku lupa. Aku masih memiliki tanggung jawab menjadi bagian dari ikatan mahasiswa kota asal kita yang ada di Jogja. Maaf ya, aku sedikit lebih sibuk dari biasanya. Apalagi menjelang MILAD dari kelompok ini, aku termasuk di divisi acara. Mungkin banyak waktu akan ku habiskan di asrama untuk persiapan, mengevaluasi konsep dan melengkapi segala yang dibutuhkan ketika hari H. Tetapi tanpa perlu diragukan, aku selalu punya waktu untuk kamu. Jangan pernah sekalipun merasa aku tak tahu apapun tentang kamu disana karena itulah kita butuh berbagi cerita, itu salah satu cara kita untuk saling menyemangati satu sama lain.

Aku juga tahu disana kamu sedang giat-giatnya belajar menjalankan usaha baru. Pekerjaan lain setelah pekerjaan utama. Tetapi rindu tak ada habis-habisnya mengelilingi kita. Selalu saja merasa kurang jika hanya membalas pesan. Kita seolah punya kewajiaban untuk menemani pasangan ketika waktu istirahat menjelang. Dan aku selalu menyukai saat ini karena setelah seharian kamu menjalankan tugas dan bertemu berbagai kharakteristik orang, akulah satu-satunya tempatmu pulang. Sebagai pendampingmu, aku merasa begitu berarti.

Pulang..
Tak ada kehangatan yang paling dirindukan kecuali sehabis pergi jauh dari rumah; tempat kita bisa kembali menemukan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang kadang tak terlihat ketika kita masih tak beranjak dari sana.
Tak ada keinginan untuk merasakan semilyar kasih sayang orang-orang yang telah memberikan pembelajaran berharga untuk membentuk diri kita yang sekarang; kecuali tempat itulah asal muasalnya.
Tak ada kegemasan bermain-main lagi sepintas setelah mengingat masa kecil yang lugu dan sesukanya kecuali tempat paling aman di dunia.
Tak ada tempat paling nyaman yang menghangatkan, penuh rasa sayang yang membahagiakan dan asiknya bersenang-senang menjadi aku yang kekanak-kananan kecuali kamu.


Tunggu aku pulang ya,
Rumahmu.






pict: http://weheartit.com

0 komentar:

Poskan Komentar