Selasa, 11 Februari 2014

Siapa mereka?

Selamat senja, Cinta!

Kau tahu kan? Membaca itu rutinitas menyenangkan karena kita akan memiliki banyak pengetahuan tentang apa saja, sesuai bahan bacaan kita. Tetapi beberapa bulan terakhir, aku meninggalkan kebiasaanku membaca. Aku disibukkkan dengan tugas kuliah dan kegiatan organisasi. And guess what! setelah berjam-jam eksis di social media, aku baru saja membaca surat yang ditujukan untuk perempuan termanis. Aku menemukan rasa bahagia bahkan hanya dari membaca suratnya saja. Aku khawatir sebenarnya penulis adalah pujangga masa kini yang diam-diam mengamati perempuan itu dan gemar sekali menyenangkan hatinya. Hey, aku sekedar mengagumi, toh tidak mungkin jika aku menggantikan si penerima surat, kan? Ah, andai saja si penulis memiliki salinan dirinya, aku pasti sudah mengajukan diri sebagai tujuan aksara-aksara diciptakan oleh (salinan) nya.

Seringkali aku bertanya, bagaimana ya mereka mampu mendekap perbedaan? maksudku, dari fisik saja mereka tidak seperti pasangan lainnya. Psssttt iyaa jujur saja aku tak bisa menahan keinginan untuk membaca semua isi blog pujangga, disana banyak foto mereka berdua. Si perempuan lebih tinggi dan berisi dari si pujanggga yang ku kagumi itu. Aku juga tahu keduanya tak bisa bertemu satu sama lain hingga berminggu-minggu. Cinta seperti apa yang sanggup seperti itu?

Sulit ditemukan pasangan yang 'meng-iri-kan'. Bayanganku, mereka pasti tak memiliki apapun yang bisa diperdebatkan. Sudah mengerti dan tahu bahwa mereka saling sayang ku kira cukup untuk menjaga hubungan sampai sekarang. Namun, kenyataan tak sesederhana itu, bukan? Dari mereka pula aku tahu, mereka telah melewati proses rumit dalam menghadapi permasalahan dan yang aku banggakan dari si penulis, ia memeluk kesedihan perempuan itu sebaik-baiknya penjagaan. Dan perempuan itu aku yakini sudah begitu jatuh hati padanya. Ya, Mereka sepakat untuk bahagia bersama-sama. Ah, romantis sekali.

kau tahu?
Jika terus membaca surat mereka, tak habis-habis keinginanku untuk mendampingi jodoh dan segera membahagiakannya kelak. Pujangga, Terimakasih ya sudah mengizinkan aku menjadi pembaca setia suratmu.


Ttd,
Your secret Admirer.




PS: Mereka itu kita.

0 komentar:

Poskan Komentar