Sabtu, 20 September 2014

Perayaan Semesta

Pada sebuah melodi yang menggema di suatu senja, aku mencari-cari asal-muasalnya. Yang ku temukan; warna warni semesta sedang berpesta ria.

Aku ingin beranjak untuk mendekati asal suara. Samar-samar terdengar seseorang melantunkan lagu dengan lirik-lirik cinta. Syahdu sekali.

Tak ada satupun alasan untuk menahan rasa ingin tahu ku. Aku mempercepat ayunan kaki, menggenggam gaun merah jambu milikku, menariknya sedikit sebatas lutut, berjaga-jaga jika langkah ku tak seirama kemudian terjatuh.

"Aku sudah menunggumu", seru seorang laki-laki. Aku sibuk mengatur nafas. Ia mengulas senyum khas pasta gigi; menatapku. Mengacak rambut dan kemudian menggenggam tanganku. Melebarkan kedua lengan untuk mendekap ku. "Tak pernah aku menjumpai tempat paling nyaman selain pelukan kamu" bisikku, menghela nafas panjang.

Di seberang pulau, kami menyaksikan burung dara singgah lalu mengembangkan sayapnya. Keindahan alam yang hangat dan sempurna berlatar cahaya jingga di langit barat. Semakin mempesona ketika kilau riak air di dermaga bertemu kapal bertuliskan mona lisa pelan-pelan berlayar menjauh.

Pada akhirnya aku tahu, ini hadiah paling haru: semesta merayakan hari jadi kita sebelum bulan ke tiga puluh.

Kamulah Nada, pemanis suasana ketika keindahan di depan mata tak cukup di jelaskan hanya dengan kata-kata.

PS I:
Ini memang tak nyata. Aku sedang berandai-andai; menginginkan kita bertemu dengan seluruh rencana yang aku rasa tampak menyenangkan tanpa cela. Tetapi, aku lebih memilih Tuhan menulis pertemuan kita dengan cara terbaikNya seperti biasa, di suatu hari di masa yang akan datang. Sabar ya..

Selamat hari jadi kita yang ke dua puluh sembilan, sayang.
Aku mencintai kamu, selalu.

PS II:
yang edit pict nya om kibo. Emang punya ikatan yang sangat kuat sih, di tulisan ini ada 30, dan dia menyempurnakannya. Makasih gift nya ya sayang ������

0 komentar:

Poskan Komentar