Rabu, 17 Desember 2014

Langit tampak muram hari ini

Diluar, hujan sibuk berjatuhan mendahului.
Aku, sesengukan sesekali.

Entah darimana asal-muasalnya. Pertahananku sudah sampai puncaknya. Berkali-kali ku katakan aku tak mengapa. Tetapi hati sibuk menyangkalnya.

Diantara kesadaran yang mengambang, dan tubuhku tak menopang seimbang, aku harap gundahku segera menghilang, maka aku memilih menghabiskan waktu di ranjang.

Menangisi kepedihan, mengumpat setiap kekesalan, yang tersisa ialah kehancuran. Aku telah diperdaya!
Aku dikuasai sepenuhnya oleh perasaanku sendiri!

Diakhir airmata, duka hanya sekedar lelucon saja.

Yogyakarta, Desember 2014.

0 komentar:

Poskan Komentar