Senin, 24 Maret 2014

RINDU

Apa yang bisa aku lakukan jika sedang merindukanmu dengat sangat (seperti yang sedang aku alami saat ini)? Tak ada, kecuali membuka setiap folder dengan moment-moment kita berdua didalamnya.


 



Tunaikan janji untuk mengikat kita dalam restu Tuhan.
Aku menunggumu.


Kamu yang selalu memiliki cara untuk menunjukkan cinta, terimakasih semangatnya yaa :)

Sabtu, 01 Maret 2014

Enggan

Dear kamu-ku.

Pernah beberapa kali aku berada pada kondisi membahagiakan seseorang meskipun aku menjadi korban. Rasanya seperti dada kiri ditikam berkali-kali dengan pisau belati. Ibaku keterlaluan. Mungkin terlihat sebagai suatu kelemahan. Tetapi aku tak pernah memandangnya demikian. Sedikit saja makhluk di dunia yang mampu menelan ego sendiri hanya untuk membuat orang lain merasa lebih baik. Aku sadar diri jika aku bukan termasuk diantara mereka. Maka dari itu, segera saja aku mengusahakannya.

Dieratkan pada suatu hubungan bukan berarti itu jodoh ataupun bersama dapat membahagiakan, bukan? Aku khawatir aku tak lagi bisa menaruh kenyamanan tak jauh-jauh dari kita. Aku sadar aku sering merepotkan dan menyebalkan. Bukan dengan tak henti-hentinya menanyakan kabar. Tetapi memendam segala kesakitan. Entah bagaimana, tapi aku begitu terlatih dalam hal ini. Mungkin karena pengalaman. Aku lebih hati-hati mengatakan sesuatu agar tak ada yang tersakiti hanya dengan lisan. Aku lebih nyaman mengungkapkan dengan caraku sendiri. Mungkin kamu sudah mengerti.

Aku yakin saat ini banyak perempuan yang kecewa, sakit hati bahkan dendam ketika kamu memutuskan untuk menjalani hari-hari bersamaku. Aku sempat takut bahwa aku menjadi penghambat kamu untuk menemukan perempuan yang lebih pantas. Hingga Tuhan -dengan segala rahmat dan kasih sayangnya- yang masih melingkupi kita dengan membuatmu terus memperjuangkanku tentu saja meledakkan keinginanku untuk terus mendampingi kamu.

Di surat ini, aku dengan tegas menyatakan aku enggan menyerah begitu saja.


Tertanda,
Perempuan yang selalu menyayangimu.