Minggu, 20 Juli 2014

Metamorfosa

Hay, July.

Terimakasih telah membawa limpahan berkah di tahun ini. Ramadhan Full moon yang bertepatan dengan ulang tahunku dan hari ini, perayaan hari jadi bersama life partner yang ke 27 bulan.

July..
Ibu pernah mengatakan bahwa suatu hari akan ada begitu banyak hal yang bermetamorfosa. Salah satunya, dari masa-masa pacaran ke sebuah pernikahan. Hal-hal kecil dan sepele mulai tak masuk dalam daftar to do list. Mungkin bukan karena lupa, tapi merasa bukan lagi masanya "bermain" untuk hal-hal kecil dan (beranggapan) pasangan tentu akan sangat mengerti dengan keadaan. Misalnya, perayaan bulanan diganti perayaan tahunan atau ucapan-ucapan manis selamat pagi dan selamat istirahat yang akhirnya menghilang. Takut bosan atau agenda yang tertimpa dengan kesibukan dan deadline pekerjaan akan mengubah prioritas. Aku tak ingin itu.

July..
Aku menyayanginya.
Aku tau dia tak ubahnya diriku, kadang lupa.

Selamat hari kita yang ke dua puluh tujuh bulan ya sayang.

Jadilah kamu yang seperti ini sampai kapanpun.

With Love,
Your sweetheart♡

Sabtu, 12 Juli 2014

Hai July, welcome 20!

Alhamdulillah! Telah sampai di usia ke 20 di bulan juli tahun ini. Harapan dan impian tentu semakin banyak dan bervariasi. Tetapi yang paling di syukuri adalah Tuhan dengan segala kasih, masih memberikan saya kesempatan untuk dikelilingi orang-orang hebat dan sangat saya sayangi..

Untuk Ibu,
Yang senantiasa menasehati saya ketika jalur yang saya lalui seharusnya lurus mulai tak sesuai arah. Diingatkannya saya akan pentingnya menabung untuk kehidupan dunia agar bisa membeli kebutuhan-kebutuhan -tanpa melupakan akhirat-. Ibu mengusahakan setiap permintaan saya dari membeli sepatu hingga melanjutkan kuliah di Jogjakarta. Untuk beberapa kecupan di kening sesaat setelah ibu selesai shalat tahajud dan saya terbangun karenanya. Walaupun ibu tidak mengatakan betapa sayangnya ibu kepada saya, saya tahu; Ibu sebaik-baik penjagaan yang sengaja Tuhan hadiahkan selama hidup saya. Ibu satu-satunya malaikat pelindung yang saya miliki. Saya sangat sayang ibu.

Untuk adikku, wahyu..
Entah seberapa sering kita bergurau hingga akhirnya bertengkar, keberadanmu adalah hal pertama yang kakak tanyakan kepada ibu. Kakak bahkan merasa sangat sepi kalau tak ada gurauan kita sehari. Kamu, jadilah anak laki-laki kebanggan ibu ya, dik. Ibu sangat menyayangi kamu. Dan kamu harus tahu itu.

Untuk seorang pria, disana..
Saya sayang kamu, selalu sayang kamu. Untuk setiap alasan yang saya tahu tidak perlu saya ungkit kembali, saya minta maaf. Saya tidak pernah ingin mengatakan ketidak jujuran kepada kamu, karna saya ingin kamu yang sekarang mendampingi saya, tetap bersama saya sampai di masa depan. Kamu yang selalu pandai menarik garis senyuman saya berulang-ulang dengan cara yang tidak pernah saya duga, adalah hadiah terindah dari Tuhan berikan bagi dunia saya. iya, kamu mengisi dunia saya penuh dengan kebahagiaan. Seumur hidup, kamu adalah pendamping terbaik yang pernah hadir di dalam hidup saya, terimakasih ya.. :)

Untuk Fiqih dan Sari..
Aaahh 3 tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk berteman sedekat ini kan? Walaupun aku pernah membuat kamu menangis, sari. Kamu tak memandangku sebagai salah satu musuh bebuyutan. Dan pertengkaran kita karna kamu yang terlalu keras kepala, pikai.. justru membuat kita semakin memahami pribadi masing-masing. Makasih ya! Kalian teman terbaik! Kangen banget banget banget!!

Untuk dona, dea..
Kamu itu sosok temen, ibu, dan istri yang saya kagumi, dona.. Saya memang selalu punya kesempatan untuk mengatakan itu, tapi saya masih kesulitan menemukan caranya. Dan dea, saya sering nge-bully kamu yang tujuannya bercanda dan memberi tahukan kamu apa adanya. Kamu semakin baik dan dewasa sekarang. Kurangi ngeluhnya ya..

Untuk windhi, yolla, sinta emak..
kalian adik-adik manis dan lucu. Kakak banyak belajar dari kalian tentang inisiatif, tentang menghargai perbedaan, tentang menjadi dewasa tanpa menghilangkan kekanak-kanakannya diri sendiri. Tetap kompak ya! :)

Untuk semua teman-teman yang punya cerita bersama saya dan tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terimakasih.. :)
semoga Tuhan berkenan mempertemukan kita lagi..

Di usia saya yang ke dua puluh..
Saya hanya ingin jadi anak yang menjadi kebanggaan ibu, teman yang peduli, (calon) istri yang berbakti pada suaminya dan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain..
Aaamiinnn...