Jumat, 28 November 2014

Rintik dan Senja

"And all of our tears will be lost in the rain. When I found my way back to your arms again. But until that day you know you are The Queen of My Heart.." (Westlife - The Queen of My Heart)

Aku berjanji menemuinya dengan mengajak rindu datang bersama. Pada mulanya segala praduga yang entah apa muncul di kepala. Wajar saja sebab kami belum pernah bertatap muka. Hingga kemudian rasa penasaran habis dilesap kesan pertama. Dibenamkannya aku pada kedua lengannya yang terbuka. Disapanya aku dengan suara yang menentramkan dada.

Hilir mudik pengendara di Jogjakarta..

Aku ingin tahu tujuan pemberhentian kita. Ku tanyakan. Kau jawab terserah. Ku ulangi dan jawabanmu sama. Lalu rindu berkata, "tak jauh dari sini, lurus saja."

Hidangan tinggal ampasnya. Kita lanjutkan bercengkrama cukup lama. Bertanya, berargumen, diam sejenak lalu tertawa. Tiba-tiba rindu ingin menyampaikan sesuatu. Ia mengaku tak ingin memakai topeng lebih lama. Pelan-pelan diluruhkannya ego dan segala yang terpendam sejak rintik alpa di dalam hari-harinya. Aku memilih bungkam. Bukan untuk menghindari percakapan ini. Tetapi tampaknya terlalu banyak rahasia dan privasi. Berkali-kali aku melihat rona rintik diantara senja yang semakin memerah. Aku ingin keduanya larut dan menikmati setiap narasi dan aksara. Mereka berjanji. Dan aku sebagai saksi mengamini.

Mungkin aku-lah perantara; membebaskan rintik dan senja bertemu kembali seperti semula. :)

PS: Ditulis untuk Partner tersayang: Lajovi Pratama yang awalnya berniat menikuti #Puisi7Lagu
serta untuk Kak Ira dan Kak Gilang yang sudah bersedia diganggu dinner nya kemarin malam, terimakasih ya semoga bisa bertemu lagi.