Senin, 02 Februari 2015

Save Your Heart

Kepadamu yang menyayangiku dengan sungguh tapi tak bisa ku balas dengan kasih yang seluruh.

Selamat pagi, apa kabar? Masih ingat aku? Surat ini memang ku tujukan untukmu. Tak perlu sekaget itu. Sekarang aku sedang mencari kata-kata yang tepat agar semua yang kamu baca tak meleset jauh dari apa yang ingin aku sampaikan.

Begini, aku senang kamu telah memberanikan diri mengungkapkan satu rahasia yang telah kamu simpan sejak lama; menyukaiku. Aku pun tak memiliki alasan untuk tidak merasa bangga mengetahui kamu mengagumi aku. Aku senang kamu memperhatikanku dari dulu. Padahal aku tak terbilang baik. Sikapku acuh dan keras kepala. Tipe yang dibenci orang pada umumnya. Aku heran kamu bisa menyimpan rasa padaku. Seperti yang kamu tahu, aku tak pernah ingin bercerita panjang lebar kecuali kamu yang memintanya. Hampir selalu aku yang menjadi penyebab pertengkaran diantara kita. Ada saja ulahku yang menyebalkan kemudian membuatmu terluka. Aku sadari itu.

Hari ini, giliranku untuk jujur dan mengatakan apa adanya. Aku pernah kecewa, maka tak ku izinkan siapapun mengoyak kembali hatiku seenaknya. Aku tak menemukan jalan untuk percaya ada cinta yang mampu menyembuhkan hati yang patah. Berhentilah menyemangati aku. Aku bukan anak-anak. Aku muak pada semua yang sementara, termasuk kalimat itu. Saranku, berhentilah menyakiti dirimu sendiri dengan menaruh hati padaku. Tak ada yang perlu kamu buktikan untukku, tak ada. Ah, bodoh. Aku tak punya kuasa melarang perasaan seseorang padaku. Benar, tak seharusnya aku berkata demikian. Aku hanya tak ingin menyakiti bahkan aku tak berniat sama sekali. Pergilah. Menjauhlah. Hatimu berhak diselamatkan. Kamu baik, temukanlah ia yang mampu membalas rasamu dengan sempurna. Dan yang kamu cari, bukan aku.


(Terinspirasi oleh @OpieMagnolia)

1 komentar:

Fikri Maulana mengatakan...

Tiap hari jadi keterusan baca suratnya nih :)

Poskan Komentar