Selasa, 03 Februari 2015

Surat Penghilang Gundah

Hey, selamat sore. Ku dengar kau sedang kehabisan ide untuk menulis surat, benarkah itu? Ah, tidak seperti kau yang biasanya. Yaaaa kau memang jarang sekali menulis surat bahkan blog mu berdebu karena kau tidak intens membukanya. Heran, kau senang berbagi ceritamu ketika berhadapan dengan teman-teman dan beberapa teman dekat mempercayakan ceritanya padamu, kenapa tidak menulis saja tentang itu?

Hey, apakah kau menangis? Apa yang memenuhi pikiranmu? Apa ada yang mengganggumu? Hey, lihat aku sini. Sudah, tak apa. Biarkan saja perasaanmu mengikuti alurnya. Jangan ditahan, jangan pula disembunyikan. Nah, seperti itu. Menangislah. Sekencang-kencangnya pun tak apa. Sini ku peluk. Biasanya kalau sedang sedih pasti menyesaki dada kan? Apa begini lebih baik?

Terimakasih anggukannya. Aku senang dapat berada tak jauh darimu disaat kau membutuhkan seseorang. Aku senang berbicara denganmu seperti ini bisa membuat perasaanmu menjadi lebih baik. Memang kadang ada beberapa kejadian yang tak sesuai dengan keinginan kita. Jadi, jangan terganggu dengan itu. Aku yakin kau bisa melewatinya dengan baik, bahkan lebih baik dari dirimu yang dulu. Aku benar, kan?

Sudah ya, aku pasti akan selalu berada di dekatmu. Jangan nangis sendirian lagi. Janji?

PS: jika hari seperti ini datang lagi, baca saja surat ini yaa, kamu pasti dapat merasakan kehadiranku, untukmu. Aku pasti bisa menghadirkan senyum dari kegundahanmu.

Tertanda,
Dirimu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar