Senin, 21 Desember 2015

Hari istimewa

Sepertinya kita sudah mulai mewajarkan segala yang biasanya istimewa menjadi biasa saja.

Seperti kemarin, 20 Desember 2015.

Aku sudah menyiapkan rangkaian harapan, doa, dan baris kata bahagia yang setiap bulan hanya kutujukan untukmu. 

Namun aku menunggu.
Menunggu kau mengatakan sesuatu.
Menunggu kau menyatakan rasa cinta dan rindu.
Menunggu kau menyanyikan satu dua lagu.
Menunggu evaluasi yang sudah lama tak kita lalukan.
Menunggu kau menguatkan kita seperti yang acapkali kau lakukan setiap bulannya.
Menunggumu melakukan semua itu.

Sepertinya hanya aku yang menginginkan hari itu sebagai salah satu hari yang memberikan kita kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan berbagai keistimewaan yang kita lakukan seharian penuh.

Aku tahu aku tak ingin perayaan pada hari itu hanya sebuah perayaan sesaat. Yang hanya membahagiakan selama 24 jam, lalu kita kembali pada rutinitas semula. Yang hanya mengucap rindu dan mengabaikan makna rindu itu sendiri.

Mungkin aku yang terlalu banyak ingin. Mungkin aku yang merindukanmu dengan segala perlakuan istimewa darimu untukku.

Selamat tanggal 20 untuk ke 44 kalinya, sayang.
Tak sabar rasanya bertemu denganmu bulan depan. Semoga aku bisa menjamu rindumu dengan baik nanti. Semoga kita bisa berbicara dan mendengarkan dari hati ke hati.

Selalu kuat dan tegar untuk menjalani kebersamaan denganku ya, superhero!

I love you :)